Strategi Pengembangan Pariwisata Olahraga G9 Paralayang Di Bukit Piramida Rowosari Tembalang Semarang

Fasahar Dwi Wahyuma, Muchammad Satrio Wibowo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata olahraga G9 Paralayang di Bukit Piramida Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Destinasi ini memiliki keunggulan berupa kondisi topografi yang mendukung aktivitas paralayang, panorama alam perkotaan dari ketinggian, serta kedekatan dengan pusat kota dan kawasan pendidikan. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, fasilitas umum yang belum memadai, kejelasan status lahan, minimnya dukungan kelembagaan, serta faktor cuaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang tepat meliputi revitalisasi bangunan piramida, perbaikan aksesibilitas dan fasilitas dasar, penguatan kelembagaan berbasis masyarakat, penyusunan standar operasional keselamatan paralayang, serta promosi digital dan penyelenggaraan event wisata olahraga. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mewujudkan pengembangan sport tourism yang berkelanjutan di Kota Semarang

Full Text:

Download PDF

References


Ardi, P. R., Ilham, G. M., Susanto, H., & Rosita. (2024). An empirical study of tourism human resources management around Jolotundo Umbul Bathroom Klaten.

Asih, D., & Aris, Y. (2021). Manajemen strategis. Jakarta: Prenada Media.

Azizah, R. A. (2022). Konsep dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Malang: Literasi Nusant.

Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2024). Kota Semarang dalam angka 2023. Kota Semarang: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2023). Mobile positioning data: Statistik pariwisata Indonesia 2019–2023.

Basorudin. (2021). Dampak pariwisata terhadap perekonomian daerah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 12(1), 45–56.

Bryson, J. M. (2003). Strategic planning for public and nonprofit organizations. San Francisco: Jossey-Bass.

Fitriani. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi minat wisatawan. Jurnal Pariwisata Nusantara, 9(2), 112–121.

Gilby, M., & Dwimawanti, I. (2021). Kebijakan strategis pengembangan pariwisata nasional. Jurnal Administrasi Publik, 11(3), 233–245.

Hanifah, L., & Mir’Atul, H. (2021). Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Surabaya: Pustaka Aksara.

Hidayat, N. A. (2021). Strategi pengembangan objek wisata paralayang. Jurnal Tata Kelola Pariwisata, 7(1), 76–85.

Imam. (2023). Peran UMKM dalam peningkatan ekonomi wisata daerah. Jurnal Ekonomi Kerakyatan, 10(1), 55–62.

Keban, Y. T. (2014). Enam dimensi strategis administrasi publik. Yogyakarta: Gava Media.

Kusumaningrum, L., et al. (2023). Analisis potensi ekowisata dan strategi pengembangan ekowisata Umbul Brondong. Jurnal Ekowisata Indonesia, 4(2), 89–104.

Madizkatire, E., et al. (2022). Packaging natural springs into community hubs for wellness and spa tourism: A case of Makonde District in Zimbabwe. African Journal of Hospitality, 6(3), 120–135.

Mardhiah, N. (2023). Dampak pariwisata terhadap sosial budaya. Jurnal Sosiologi Pembangunan, 8(2), 298–309.

Marwiyah. (2023). Teori dan praktik administrasi publik. Jakarta: Rajawali Pers.

Mulyaningrum, S. (2025). Pengembangan objek wisata paralayang. Laporan penelitian. Universitas Negeri Yogyakarta.

Nilam, T. (2020). Aksesibilitas dan daya tarik wisata Jawa Tengah. Jurnal Transportasi dan Pariwisata, 5(1), 21–35.

Nugroho, J. S., Indrasto, H. B. B., Salsabila, F., & Kartika, A. P. (2025). Penguatan Ketahanan Masyarakat Desa Pagerjurang terhadap Perubahan Iklim melalui Mitigasi Kekeringan dan Longsor Berbasis Partisipatif. IKRA-ITH ABDIMAS, 9(2), 371-380.

Paturusi, A. (2001). Pengembangan destinasi wisata alam di Indonesia. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Pertiwi, O. S., et al. (2022). Pengembangan manajemen pariwisata era new normal di Umbul Pengging. Jurnal Pariwisata Indonesia, 5(1), 14–29.

Purnaweni, H. (2014). Kebijakan pengelolaan lingkungan di kawasan Kendeng Utara Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 12(1), 44–51.

Rachman, M. (2021). Manajemen pelayanan publik. Samarinda: Universitas 17 Agustus 1945.

Reza, F. (2020). Pariwisata sebagai sumber devisa negara. Jurnal Ekonomi Nasional, 15(2), 75–83.

Rizaldi. (2024). Keragaman wisata alam dan budaya Indonesia. Jurnal Pariwisata Nusantara, 10(1), 65–78.

Sabina, D., et al. (2024). Letak geografis dan keindahan alam Indonesia. Jurnal Geografi dan Pariwisata, 12(1), 45–52.

Salsabila, F., Hanisah, I. H., Indrasto, H. B. B., & Abidin, A. Z. (2025). Peningkatan efisiensi produksi sangkar burung Desa Tanjung. Penamas: Journal of Community Service, 5(2), 355-366.

Saputra, A. A. (2024). Potensi dan pengembangan objek wisata paralayang. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), 88–102.

Sekarsih, Y., et al. (2024). Eksplorasi keindahan bentang alam Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Pariwisata, 7(2), 134–150.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata. Yogyakarta: Gava Media.

Tangkilisan, H. R. (2005). Manajemen publik. Jakarta: Grasindo.

Wulandari, S., & Okfitasari, A. (2022). Pengembangan pariwisata paralayang di Kabupaten Klaten. Jurnal Ekowisata dan Pembangunan, 6(2), 118–130.




DOI: https://doi.org/10.37531/sejaman.v9i1.11075

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

Creative Commons License

S E I K O : Journal of Management & Business is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
 
© All rights reserved 2018. S E I K O : Journal of Management & Business - ISSN (Print) : 2598-831X, ISSN (Online) : 2598-8301.
 

Web
Analytics